Postingan

Menampilkan postingan dengan label Plutoria

Plutoria #3: Dari Coretan Tak Terbaca Seorang Bocah

Gambar
  Mencoba menemukan kesadaran yang sesungguhnya dari tujuan kehadiran saya di dunia ini. Ada beberapa target yang berantakan. Berbagai desakan serta ekspestasi orang-orang. Saya memang tidak hidup untuk penilaian oranglain, tetapi mau tidak mau saya akan tetap hidup seperti itu karena memang kodratnya sebagai makhluk sosial yang memiliki berbagai rasa dan ego.  Saya melihat coretan kalimat keponakan saya yang berantakan, tak dapat terbaca langsung jika tidak menelaah terlebih dahulu pola bentuknya. Kemudian saya mengingat kembali masa kecil dulu yang juga seperti itu, tetapi seiring berjalannya waktu dan lingkungan akhirnya tulisan saya juga bisa terbaca bahkan bisa lebih unik daripada tulisan milik oranglain. Pada gambar bunga matahari yang di gambar oleh keponakan saya tersebut, dia menggambar lingkaran dengan cetakan pola dari penggaris. Padahal menggambar lingkaran untuk sebuah bunga sebenarnya juga tidak perlu bulat sempurna, justru hal tersebut akan terlihat kaku atau ta...

Plutoria #2 : Quarter Life Crisis

Gambar
Pergi ke suatu tempat di sekitar bandara-waduk cengklik, kemana? ke kuburan nenek (di kenyataan kuburan aslinya tidak disitu). Duduk di tengah kuburan sambil memandangi nisan-nisan, berpikir apakah di bawah nisan itu mereka sedang mendapat siksa kubur? Apakah nenek telah tidur tenang? Meninggalnya nenek ternyata terasa lebih berbekas dari perkiraan sebelumnya karena beliau seperti ibu keduaku--aku berpikir bagaimana besuk jika ibu benar-benar menyusul mereka? Apakah aku besuk benar-benar dapat bertemu mereka kembali? Apakah besuk aku benar-benar dapat ke surga? Apakah ke surga benar segampang itu? Aku pulang bersama rombonganku, yakni 2-3 orang yang tak terlalu kukenal yang seperti seorang detektif polisi sedang mencari barang bukti di kuburan sepi. Berjalan pulang, sekelebat kenangan palsu nenekku berpadu bersama kenangan nyata sepupu jauh. Seorang bapak-bapak dari salah satu rombongan tadi berjalan menyamakan langkahku di belakang. Aku menyerahkan sesuatu--lupa itu benda apa. Saat ke...

Plutoria #1 : Kosong Tapi Terisi

Gambar
Apakah teman-teman pernah merasakan suatu momen yang dapat membuat diri seakan hanya ingin diam merenung menikmati suasana sekitar? Sebenarnya momen terebut tidak ada yang spesial. Hari yang dilalui sama seperti pada hari lainnya. Orang-orang di sekitar juga beraktivitas seperti biasa. Tetapi mengapa di dalam diri pikiran kita seakan merasakan suatu atmosfer yang berbeda dari biasanya? Tanpa ada stimulan tertentu, pikiran kita tiba-tiba memikirkan beberapa hal yang agak berbeda dari biasanya. Sesuatu yang berbeda tersebut tentu juga relatif berbeda untuk setiap diri manusia. Memikirkan tentang sesuatu yang belum sempat terpikirkan di hari-hari normal tentang perjalanan kehidupan diri sendiri atau keluarga, atau bahkan permasalahan sosial politik negara. Memikirkan hal-hal tersebut sebenarnya mungkin terdengar wajar dan lumrah dalam manusia. Ada yang tidak terlalu ambil pusing dan mengabaikannya. Mungkin benar saja kalau Plutoria sendiri yang terlalu sentimen lebay menanggapi pikirannya...