Citarasa Lagu #1: Alesso - Remedy
Halo teman-teman...
Pada edisi pertama tulisan citarasa lagu ini, aku akhirnya memutuskan untuk mengulas lagu elektronik dari seorang produser asal Swedia yakni Alesso.
Sebenarnya edisi ini sudah aku pikirkan sejak dua-tiga tahun yang lalu, tetapi baru kesampaian hari ini. Alasannya ya karena belum menemuman mood, niat, dan tentunya lagu yang lagi pingin banget aku ulas dari hati.
Oke langsung aja kita mulai ya...
Tentang Lagu
Judul : Remedy
Penulis : Alesso, Alma Goodman, Andrew Haas, Ian Franzino, Jake Torrey
Produser : Afterhrs & Alesso
Penyanyi : Conor Maynard
Album : Ep Midnight Hour
Rilis : 31 Agustus 2018
Genre : Tropical House
Awal Mendengar Karya Ini
Jadi ini pertengahan tahun, setengah tahun berlalu tetapi aku masih begini-begini aja tidak ada pencapaian berarti. Ada masalah tentang pendidikanku yang belum selesai, pekerjaan sampingan yang tak sesuai, serta yang paling membuat aku stress adalah orangtuaku sendiri yang terus memarahiku tiap hari.
Pulang dari kerja aku tak sengaja melihat musik video lagu ini di Youtube. Thumbnail-nya menarik perhatianku, seorang alien kecil berwarna hijau. Aku melihat ada nama salah satu DJ favoritku dan judul yang seolah-seolah relate dengan keadaanku sekarang.
Persepsiku Terhadap Karya Ini
Dikutip dari halaman genius, Remedy merupakan pertama untuk DJ/produser Swedia di bawah label Universal, memadukan piano melodis dengan synthesizer yang membangkitkan semangat untuk menceritakan kisah hubungan baru. Lagu ini menampilkan vokal yang tidak disebutkan namanya dari penyanyi/penulis lagu Inggris Conor Maynard.
Lagu ini memiliki suasana yang menghangatkan. Ketukannya mirip seperti musik moombahtoon. Apabila mendengarkannya pakai headset pasti sangat terdengar ketukan semangatnya, badan rasanya ingin menari freestyle wkwk.
Elemen perkusi yang melengkapi lagu ini terasa lembut, sopan, nyaman, dan hangat di telingaku. Elemen pelengkapnya tidak terlalu banyak tetapi tidak sepi, justru hal inilah yang menbuat lagu terasa lembut dan sopan di telinga. Musik seperti ini cocok untuk menenangkan diri dan menjaga mood tetap normal setelah bekerja seharian.
Alirannya musik tropikal, sangat terasa memang karena ketika efek harmoni vokal di belakang Conor memberi kehangatan gambaran suasana musim panas yang tenang. Sepertinya cocok juga diputar saat waktu sunset.
Melodi lagu ini simpel dan easy listening, ada beberapa potongan nada highlight yang menjadi ciri khas. Pada bagian intro, chorus, dan drop pun menggunakan highlight nada yang sama. Aku pribadi suka dengan tipe lagu yang punya ciri khas nada / elemen unik tersendiri. Lagu ini memiliki ciri khas pada potongan highlight nada yang terus ditegaskan. Seolah-olah telingaku tidak capek mencerna kompleksnya nada-nada dalam suatu karya lagu.
Vokal lagu ini dilantunkan oleh Conor Maynard. Awalnya aku tidak mengenalnya karena namanya tidak dituliskan di judul musik video maupun judul lagunya sendiri di Spotify. Warna suara vokal dia lembut dan sekilas mirip suara Justin Bieber. Suara Conor menyatu dengan begitu pas pada lagu ini. Tidak ada nada tinggi tetapi lebih ke bercerita dengan lembut.
Lagu ini jelas masuk ke dalam playlist-ku. Konsep lagu-lagu seperti ini sebenarnya sudah banyak digunakan oleh banyak produser, banyak lagu elektronik memakai konsep seperti ini. Kekuatan daya tarik pada konsep ini adalah nada unik, warna vokal sesuai, dan drop maupun elemen unik yang begitu menyatu pada warna vokal penyanyinya.
Persepsiku Terhadap Lirik Karya Ini
Awalnya aku merasa suasana elemen musik ini begitu hangat dan begitu mengobati perasaan sedih serta pikiran tak karuanku saat ini. Setelah aku cek lagi pada liriknya ternyata cukup berbeda meskipun mirip.
Aku menangkap pesan yang disampaikan pada lagu ini adalah tentang seseorang yang begitu membutuhkan oranglain (kekasih? keluarga? atau teman?). Dia akan memberikan waktunya untuk orang-orang tersayangnya sekaligus obat dari kesepian hidupnya tersebut.
Untuk saat ini, lagu ini cukup relate denganku. Aku punya seorang teman yang baru aku kenal setahun terakhir. Perjalanan hidupku masih berlanjut, mau tidak mau aku harus meninggalkan dia. Setiap hari kami bertemu. Dia cukup menjadi obat dalam mengalihkanku dari pikiran ruwet pendidikanku dan lingkungan rumahku yang menguras emosi. Tetapi, orang datang dan pergi. Maka mau tidak mau aku harus mulai terbiasa lagi seperti pada saat aku belum menemukan obat ini.
Baik teman-teman.. mungkin cukup sekian ulasanku terhadap lagu ini. Ratingku terhadap lagu ini perkiraan sekitar 8,8 dari 10. Masih banyak lagu yang akan aku ulas. Pilihan lagu yang akan aku ulas sebenarnya insidental, bisa lagu yang sudah aku sering dengar maupun baru pertama mendengarnya.
Okee, sampai jumpa pada edisi citarasa lagu selanjutnya.
Sumber terkait:


Komentar