Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

Plutoria #4: Pengingat Kalau Mau Bunuh Diri

Gambar
Sedikit reminder untuk setiap orang yang mungkin merasa related dengan tulisan ini. Punya gejala penyakit sekecil apapun lebih baik segera diperiksakan. baik mental atau fisik sekalipun. apalagi jika ada tanda-tanda riwayat genetik yang seolah-olah "kamu pasti akan mengalaminya".  Elu tidak bisa memilih akan lahir dimana, seperti apa, dan dengan siapa.  kemauan untuk sembuh dan mengobatinya adalah satu-satunya. siapa lagi yang peduli dengan dirimu sendiri kalau bukan dirimu sendiri juga. keluarga pun tak selamanya akan mendampingimu dari lahir sampai mati. toh itu kalau jika mereka benar melakukannya, karena balik lagi kita tidak bisa memilih lahir dimana dan dengan keadaan bagaimana. semua punya urusannya masing-masing. bahkan kalau sampai menyangkut urusan nasibmu di akhirat, yang peduli pada dirimu sendiri ya elu sendiri. jangan gegabah melakukan hal konyol bodoh hanya karena urusan dunia yang sementara, lalu kau korbankan nasibmu di akhirat. milih sedih sementara di dunia...

Plutongry #1: Seblak Miskin Kerupuk Kering

Gambar
Ada resep masakan viral dari internet, "seblak rafael" namanya. Aku lihat review saat mencoba masakan ini itu kayaknya lezat banget. Bahan dan cara memasaknya juga gampang.  Kebetulan hari ini Ma'e cuma masak sayur pare. Aku tidak terlalu suka sayur pare ini, langsung gas aja mencoba resep seblak viral itu.  Aku memasak dalam porsi banyak karena rencana untuk lauk sampai siang sore. Seblak versiku terpaksa lebih simpel, lebih miskin dari seblak viral itu yang pakai daun bawang dan kerupuk mawar. Seblak versiku hanya pakai kerupuk udang dan tambahan sepotong kecil galantin daging ayam. Aku coba masak dengan bumbu dasar dan urutan memasak sesuai resep seblak viral itu. Aku memasak bersamaan dengan Ma'e yang sedang memasak sayur pare serta merebus air minum. Perbedaan mencolok seblak viral ini dengan seblak biasa adalah bumbunya yang tidak memakai bawang merah. Kemudian cara memasak bumbu halusnya tidak ditumis tetapi hanya disiram dengan minyak panas, lalu di aduk rat...

Plutoria #3: Dari Coretan Tak Terbaca Seorang Bocah

Gambar
  Mencoba menemukan kesadaran yang sesungguhnya dari tujuan kehadiran saya di dunia ini. Ada beberapa target yang berantakan. Berbagai desakan serta ekspestasi orang-orang. Saya memang tidak hidup untuk penilaian oranglain, tetapi mau tidak mau saya akan tetap hidup seperti itu karena memang kodratnya sebagai makhluk sosial yang memiliki berbagai rasa dan ego.  Saya melihat coretan kalimat keponakan saya yang berantakan, tak dapat terbaca langsung jika tidak menelaah terlebih dahulu pola bentuknya. Kemudian saya mengingat kembali masa kecil dulu yang juga seperti itu, tetapi seiring berjalannya waktu dan lingkungan akhirnya tulisan saya juga bisa terbaca bahkan bisa lebih unik daripada tulisan milik oranglain. Pada gambar bunga matahari yang di gambar oleh keponakan saya tersebut, dia menggambar lingkaran dengan cetakan pola dari penggaris. Padahal menggambar lingkaran untuk sebuah bunga sebenarnya juga tidak perlu bulat sempurna, justru hal tersebut akan terlihat kaku atau ta...

Plutoria #2 : Quarter Life Crisis

Gambar
Pergi ke suatu tempat di sekitar bandara-waduk cengklik, kemana? ke kuburan nenek (di kenyataan kuburan aslinya tidak disitu). Duduk di tengah kuburan sambil memandangi nisan-nisan, berpikir apakah di bawah nisan itu mereka sedang mendapat siksa kubur? Apakah nenek telah tidur tenang? Meninggalnya nenek ternyata terasa lebih berbekas dari perkiraan sebelumnya karena beliau seperti ibu keduaku--aku berpikir bagaimana besuk jika ibu benar-benar menyusul mereka? Apakah aku besuk benar-benar dapat bertemu mereka kembali? Apakah besuk aku benar-benar dapat ke surga? Apakah ke surga benar segampang itu? Aku pulang bersama rombonganku, yakni 2-3 orang yang tak terlalu kukenal yang seperti seorang detektif polisi sedang mencari barang bukti di kuburan sepi. Berjalan pulang, sekelebat kenangan palsu nenekku berpadu bersama kenangan nyata sepupu jauh. Seorang bapak-bapak dari salah satu rombongan tadi berjalan menyamakan langkahku di belakang. Aku menyerahkan sesuatu--lupa itu benda apa. Saat ke...